FREQUENTLY ASKED QUESTIONS
SELEKSI PENGADAAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK)
KEMENTERIAN LUAR NEGERI TAHUN ANGGARAN 2023

(Informasi dapat berubah setiap waktu sesuai ketentuan yang berlaku)
  1. DEFINISI PPPK
    1. Apa yang dimaksud dengan PPPK?

      Jawab : PPPK merupakan singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.

    2. Apa yang membedakan PNS dan PPPK?

      Jawab : PNS adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus pegawai tetap dengan masa kerja sampai batas usia pensiun sesuai jenjang jabatan. Sementara PPPK adalah pegawai dengan masa kerja dengan jangka waktu tertentu sesuai Masa Hubungan Perjanjian Kerja (MHPK). Selain itu, berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dalam manajemen PPPK tidak terdapat pengaturan terkait pangkat & jabatan; pengembangan karir; pola karir; promosi; mutasi; serta jaminan pensiun & hari tua.

    3. Apakah saya dapat mengajukan mutasi ke instansi lain setelah diterima sebagai PPPK?

      Jawab : Tidak. Apabila PPPK bermaksud untuk melakukan pindah instansi, maka yang bersangkutan harus menyelesaikan masa kontrak kerja atau 90% memenuhi masa kontrak agar dapat mengundurkan diri dari instansi tempat ia dikontrak kemudian mengikuti seleksi pengadaan PPPK pada instansi baru yang diminati.

    4. Jika saya melamar sebagai PPPK Ahli Pertama, apakah ada kemungkinan saya mendapatkan promosi sebagai PPPK Ahli Muda dan/atau jabatan yang lebih tinggi ?

      Jawab : Tidak. Apabila PPPK berniat untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari jabatan yang diemban saat ini, PPPK tersebut harus menyelesaikan masa kontrak kerja atau 90% memenuhi masa kontrak agar dapat mengundurkan diri dari jabatannya saat ini dan mengikuti seleksi pengadaan pada jenjang jabatan baru yang diminati.

    5. Apakah PPPK mendapatkan kesempatan untuk kenaikan gaji ?

      Jawab : Bisa. Sesuai dengan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 7 Tahun 2023 tentang Kenaikan Gaji Berkala dan Kenaikan Gaji Istimewa bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, PPPK dapat mengajukan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) setiap 2 (dua) tahun masa kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

    6. Apakah PPPK sama dengan Pegawai Honorer/Tenaga Ahli/Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN)?

      Jawab : Berbeda. PPPK merupakan bagian dari ASN yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

    7. Apakah PPPK dapat mengisi jabatan yang sama dengan PNS?

      Jawab : Bisa, namun terbatas hanya untuk Jabatan Fungsional, Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tertentu, serta Jabatan Pimpinan Utama Tertentu.

    8. Jika saya melamar pada formasi yang tersedia dalam seleksi PPPK dan dinyatakan diterima, apakah saya diperbolehkan untuk melamar pada formasi Calon PNS pada periode berikutnya?

      Jawab : Bisa, dengan syarat telah menyelesaikan masa kontrak kerja atau 90% masa kontrak sebagai PPPK.

  2. JABATAN DAN JENIS FORMASI
    1. Jabatan Fungsional apa saja yang dapat diisi oleh PPPK?

      Jawab : Seluruh jabatan fungsional yang dapat diisi oleh PPPK tercantum pada Keputusan Menteri PAN RB Nomor 158 tahun 2023.

    2. Apa saja jabatan fungsional yang dibuka oleh Kementerian Luar Negeri pada Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja TA 2023?

      Jawab : Jabatan Fungsional untuk PPPK Teknis adalah Analis Hukum Ahli Pertama, Analis SDM Aparatur Ahli Pertama, Arsiparis Ahli Pertama, Pamong Budaya Ahli Pertama, Perencana Ahli Pertama, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama, Pranata Komputer Ahli Pertama, Pustakawan Ahli Pertama, Arsiparis Terampil, Pamong Budaya Terampil, dan Pranata SDM Aparatur Terampil. Jabatan Fungsional untuk PPPK Tenaga Kesehatan adalah Dokter Ahli Muda Spesialis Kedokteran Jiwa/Psikiatri, Dokter Ahli Pertama dan Apoteker Ahli Pertama

    3. Mengapa Formasi JF binaan Kemlu (Diplomat, Penata Kanselerai dan Pranata Informasi Diplomatik) tidak dibuka pada Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja TA 2023?

      Jawab : Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2020, salah satu kriteria Jabatan Fungsional yang tidak dapat diisi oleh PPPK adalah jabatan di bidang hubungan luar negeri. JF binaan Kemlu termasuk jabatan di bidang hubungan luar negeri.

    4. Apa saja jenis formasi yang dibuka pada Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Kementerian Luar Negeri TA 2023?

      Jawab : Terdapat 2 (dua) jenis formasi yakni :

      1. Khusus :
        • eks THK II (Kementerian Luar Negeri tidak memiliki tenaga eks THK-II); dan
        • tenaga non Aparatur Sipil Negara (tenaga non ASN) adalah pegawai Kementerian Luar Negeri yang melamar pada Kementerian Luar Negeri dan memiliki pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun secara terus-menerus pada Kementerian Luar Negeri.
      2. Umum :
        • pelamar selain kriteria khusus;
        • penyandang disabilitas fisik, sensorik netra, sensorik rungu, atau sensorik wicara yang dapat melaksanakan tugas di lingkungan Kementerian Luar Negeri

    5. Saya adalah Local Staff/Pegawai Setempat yang bekerja di perwakilan RI, apakah saya bisa mendaftar pada Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Kementerian Luar Negeri TA 2023 untuk formasi khusus?

      Jawab : Tidak, silahkan mendaftar menggunakan formasi umum

    6. Saya adalah Tenaga Non ASN Kementerian Luar Negeri, apakah saya hanya boleh mendaftar pada Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Kementerian Luar Negeri TA 2023 untuk formasi khusus?

      Jawab : Tidak . Tenaga Non ASN Kementerian Luar Negeri dapat mendaftar untuk formasi khusus atau umum termasuk disabilitas, sesuai ketentuan persyaratan administrasi dan kriteria kelulusan menyesuaikan dengan ketentuan pada formasi yang dilamar.

    7. Apakah Buta Warna dan Disleksia termasuk kategori Disabilitas Sensorik Netra?

      Jawab : Tidak

    8. Berapa lamakah Masa Hubungan Perjanjian Kerja bagi PPPK di Kementerian Luar Negeri ?

      Jawab : Untuk peserta yang dinyatakan lolos pada Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Kementerian Luar Negeri TA 2023, Masa Hubungan Perjanjian Kerja adalah 3 (tiga) tahun bagi PPPK Teknis dan 5 (lima) tahun bagi PPPK Tenaga Kesehatan, yang dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan Kementerian Luar Negeri.

    9. Apakah untuk perpanjangan Masa Hubungan Perjanjian Kerja diwajibkan untuk mengikuti ujian tertentu ?

      Jawab : Tidak

  3. ALOKASI PENEMPATAN
    1. Bagaimana mekanisme penentuan penempatan peserta di unit kerja pada jabatan-jabatan yang masuk ke dalam kategori pengelompokan jabatan?

      Jawab : Salah satu penilaian dalam penentuan penempatan berdasarkan hasil wawancara, hasil tes kesehatan, dan pertimbangan pimpinan yang selanjutnya disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 544 Tahun 2023 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2023.

    2. Bagaimana mekanisme pengisian formasi yang masih kosong?

      Jawab : Berdasarkan Diktum Kesembilan Belas Keputusan Menteri PAN RB Nomor 648 Tahun 2023, dalam hal terdapat kebutuhan hanya diberlakukan pada Instansi yang melakukan pengelompokan. Selanjutnya diatur pada Diktum Kedua Puluh Dua dalam hal masih terdapat kebutuhan umum yang belum terpenuhi, maka kebutuhan tersebut diisi oleh peserta pada kebutuhan khusus yang memenuhi nilai ambang batas dan berperingkat terbaik.

    3. Apakah PPPK Kementerian Luar Negeri dapat ditempatkan di Perwakilan RI ?

      Jawab : Tidak. Seluruh formasi jabatan yang dibuka pada Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Kementerian Luar Negeri TA 2023 merupakan jabatan yang hanya memiliki pola mutasi di dalam negeri.

  4. PENDIDIKAN
    1. Apakah pendaftaran Seleksi Pengadaan PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023 perlu menggunakan akreditasi Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi?

      Jawab : Tidak diperlukan.

    2. Apakah diperbolehkan menggunakan ijazah S-2 saya untuk melamar pada formasi S-1?

      Jawab : Tidak. Pada Seleksi Pengadaan PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023, hanya tersedia formasi dengan kualifikasi pendidikan D-III dan S-1. Pelamar yang sudah memiliki ijazah S-2, dapat melamar pada formasi yang tersedia sepanjang memiliki kualifikasi jurusan D-III dan S-1 sesuai yang dipersyaratkan.

    3. Saya memiliki kualifikasi pendidikan S-1 Hukum Islam, apakah saya boleh melamar Formasi Analis Hukum Ahli Pertama yang memiliki persyaratan kualifikasi pendidikan S-1 Hukum ?

      Jawab : Bisa

    4. Jika saya memiliki kualifikasi Pendidikan S-1 Pendidikan Bahasa Jepang, apakah saya dapat mendaftar ke formasi yang mensyaratkan kualifikasi Pendidikan S-1 Sastra Jepang?

      Jawab : Tidak.

    5. Apakah jurusan D-III dan S-1 harus linier? (Misal : saya memiliki D-III Agribisnis dan S-1 Manajemen, saya ingin melamar formasi Analis SDM Aparatur Ahli Pertama)

      Jawab : Tidak harus linier. Pelamar hanya menyampaikan ijazah pendidikan sesuai kualifikasi jabatan fungsional Analis SDM Aparatur Ahli Pertama yaitu S-1 Manajemen saja, sehingga tidak diperlukan menggunggah ijazah D-III Agribisnis.

    6. Apakah lulusan D-IV bisa mendaftar pada formasi untuk lulusan S-1 dalam Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023?

      Jawab : Tidak bisa. Kualifikasi pendidikan yang diterima hanya lulusan S-1 bukan D-IV. Dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi terdapat perbedaan pada program S1 dan D-IV, sehingga kualifikasi D-IV belum dapat diterima pada seleksi pengadaan PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023.

  5. SYARAT UMUM
    1. Apakah saya bisa mendaftar pada lebih dari 1 (satu) formasi di Kementerian Luar Negeri atau mendaftar pada formasi yang sama dengan yang saya lamar di Kementerian Luar Negeri namun pada instansi yang berbeda?

      Jawab : Tidak. Pelamar hanya dapat mendaftar pada 1 (satu) instansi dan/atau 1 (satu) jenis jabatan dan/atau jenis jalur kebutuhan PPPK dengan menggunakan 1 (satu) Nomor Induk Kependudukan (NIK). Apabila pelamar diketahui melamar lebih dari 1 (satu) instansi dan/atau 1 (satu) jenis jabatan dan/atau jenis jalur kebutuhan PPPK, atau menggunakan 2 (dua) NIK yang berbeda, yang bersangkutan dianggap gugur dan/atau dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    2. Apakah untuk melamar dan mengikuti Seleksi Pengadaan PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023, diharuskan memiliki pengalaman kerja sebelumnya?

      Jawab : Benar. Sesuai dengan Keputusan Menteri PANRB Nomor 648 Tahun 2023, pada diktum kelima disebutkan bahwa setiap pelamar yang melamar pada Jabatan Fungsional dalam pengadaan PPPK wajib memiliki pengalaman paling singkat 2 (dua) tahun di bidang kerja yang relevan.

    3. Apabila salah satu orang tua saya WNA apakah bisa mengikuti proses Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023?

      Jawab : Selama Saudara berstatus WNI yang dibuktikan dengan e-ktp dan/atau paspor, Saudara dapat mengikuti Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023.

    4. Berapakah batas usia untuk mendaftar sebagai PPPK di Kementerian Luar Negeri ?

      Jawab : Usia pada saat melamar paling rendah 20 tahun 0 (nol) bulan 0 (nol) hari, dan

      1. bagi pelamar PPPK Teknis paling tinggi 55 tahun 0 (nol) bulan 0 (nol) hari; atau
      2. bagi pelamar PPPK Tenaga Kesehatan paling tinggi 53 tahun 0 (nol) bulan 0 (nol) hari.

    5. Mengapa batas usia paling tinggi untuk mendaftar sebagai PPPK di Kementerian Luar Negeri berbeda dengan instansi lain ?

      Jawab : Sesuai dengan Keputusan Menteri PAN RB Nomor 14 tahun 2023 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Pasal 20 ayat 4 menyatakan bahwa "Instansi Pemerintah dapat menyesuaikan persyaratan usia paling tinggi pelamar dengan memperhatikan Masa Perjanjian Kerja".

    6. Saat ini saya berdomisili di luar negeri, akan tetapi pada akun SSCASN saya tidak dapat mengisi alamat domisili luar negeri, apa yang harus saya lakukan?

      Jawab : Bagi peserta yang saat ini tinggal di luar negeri, dapat mengisi alamat domisili sesuai dengan alamat di KTP.

    7. Apakah saya perlu mengunggah dokumen SKCK pada saat pendaftaran untuk membuktikan bahwa saya tidak pernah dipidana dengan pidana penjara?

      Jawab : Tidak. Pelamar diminta untuk tidak mengunggah/melampirkan dokumen-dokumen lain selain dokumen sesuai persyaratan yang tercantum pada pengumuman.

    8. Apakah pengalaman saya sebagai tenaga administrasi di salah satu partai politik dapat dimasukkan sebagai pengalaman kerja yang dipersyaratkan ?

      Jawab : Tidak

    9. Apabila saya mendaftar untuk formasi Perencana Ahli Pertama dan menyampaikan Sertifikat Pengadaan Barang/Jasa dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)/Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa, apakah saya mendapatkan tambahan penilaian ?

      Jawab : Tidak. Perencana Ahli Pertama sesuai dengan Keputusan Menteri PAN RB Nomor 650 Tahun 2023 tentang Persyaratan Wajib Tambahan dan Sertifikasi Kompetensi sebagai Penambahan Nilai Seleksi Kompetensi Teknis dalam Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional, tidak terdapat persyaratan sertifikat kompetensi untuk tambahan nilai. Hanya JF Pamong Budaya Ahli Pertama dan Pamong Budaya Terampil yang mendapatkan tambahan nilai dengan melampirkan sertifikat kompetensi sebagaimana diatur pada peraturan dimaksud.

    10. Apakah ada persyaratan khusus dalam Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023 yang terkait dengan minimal tinggi badan, maksimal berat badan, minus kacamata maksimal, dll?

      Jawab : Tidak ada.

  6. DOKUMEN PERSYARATAN
    1. Apakah Surat Lamaran, Surat Pernyataan Menyetujui Ketentuan dan Syarat, serta Daftar Riwayat Hidup boleh ditulis tangan ?

      Jawab : Tidak.

    2. Apakah boleh menggunakan meterai tempel ?

      Jawab : Tidak. Seleksi pengadaan PPPK TA 2023 wajib menggunakan e-meterai.

    3. Apakah tanda tangan harus dibubuhkan secara digital ataukah dokumen dicetak kemudian dibubuhkan tanda tangan basah baru diunggah untuk dibubuhkan materai?

      Jawab : Keduanya diperkenankan. Untuk dokumen yang dibubuhi e-meterai, pelamar tidak perlu mencetak dokumen fisik, cukup menggunakan dokumen hasil unduhan dokumen yang telah dibubuhi e-meterai. Pastikan pembubuhan e-meterai berada disamping tanda tangan (tidak menimpa tulisan dan tanda tangan).

    4. Saya sudah memiliki KTP Elektronik, akan tetapi tanggal berlakunya sudah terlewat dan oleh Dukcapil dinyatakan tidak perlu diperbarui. Apakah saya tetap bisa mengunggah hasil pindai KTP tersebut?

      Jawab : Bisa. Selama sudah memiliki KTP Elektronik, maka masa berlaku tidak dipermasalahkan. Apabila peserta memiliki Surat Keterangan Pengganti KTP-el (Suket), pastikan masa berlaku Suket tersebut masih valid.

    5. Saya ingin melamar Seleksi PPPK Kementerian Luar Negeri TA 2023, namun KTP saya hilang, apakah saya tetap dapat melamar?

      Jawab : Bisa . Saudara dapat melamar dengan melampirkan surat keterangan telah melakukan perekaman kependudukan secara elektronik yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang masih berlaku.

    6. Apabila KTP saya hilang dan saya belum melakukan perekaman kependudukan secara elektronik, apakah saya diperkenankan mengunggah Kartu Keluarga dan/atau Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian ?

      Jawab : Tidak.

    7. Apabila ijazah saya hilang, dokumen apa yang bisa saya unggah?

      Jawab : Untuk Ijazah hilang/rusak/terdapat kesalahan dapat digunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) dengan kop universitas/institut yang ditandatangani oleh pimpinan universitas/institut yang bersangkutan.

    8. Apabila ijazah saya hilang, apakah saya boleh mengunggah fotocopy ijazah yang sudah dilegalisir ?

      Jawab : Tidak.

    9. Apakah saya boleh menggunakan Surat Keterangan Lulus/Ijazah & Transkrip Sementara?

      Jawab : Tidak. Keduanya tidak berlaku untuk mendaftar proses seleksi.

    10. Apakah saya boleh mengunggah Transkrip Nilai Akhir Sementara (yang diterbitkan untuk proses wisuda atau diterbitkan sementara sebelum transkrip resmi keluar)?

      Jawab : Tidak.

    11. Apakah saya boleh mengunggah dokumen ijazah dan transkrip nilai yang difotocopy dan/atau dilegalisir?

      Jawab : Tidak.

    12. Saya memiliki kualifikasi pendidikan D-III Perpustakaan dan S-1 Perpustakaan, saya hendak melamar formasi Arsiparis Ahli Pertama menggunakan ijazah S-1 Perpustakaan, tapi transkrip nilai S-1 Perpustakaan saya hilang. Apakah saya boleh hanya mengunggah transkrip nilai D-III Perpustakaan saya saja?

      Jawab : Tidak bisa.

    13. Apakah pakaian untuk pas foto harus menggunakan jas?

      Jawab : Tidak harus, tetapi diperbolehkan dengan jas dan/atau dasi. Ketentuan Pas foto berwarna terbaru yang diambil paling lama 1 (satu) tahun terakhir dengan ukuran 4 x 6 dengan mengenakan kemeja dan/atau berjas dan/atau berdasi dengan latar belakang merah.

    14. Pas Foto berlatar belakang merah apakah saya unggah pada bagian swafoto ataukah pada bagian unggah dokumen atau keduanya?

      Jawab : Pas Foto berlatar belakang merah diunggah pada saat proses unggah dokumen. Adapun pada bagian swafoto, peserta mengunggah swafoto tampak muka tanpa harus memperhatikan latar belakang maupun baju yang dikenakan.

    15. Apakah terdapat format khusus untuk dokumen pembuktian pengalaman kerja yang berupa Surat Keterangan Bekerja/Aktif Bekerja dan Surat Keputusan/Kontrak Kerja ?

      Jawab : Tidak ada. Peserta dapat menggunakan contoh format yang ada di SSCASN atau dapat disesuaikan formatnya dengan memperhatikan ketentuan pejabat penandatangan pada Surat Keterangan Bekerja/Aktif Bekerja dan pastikan pada salah satu atau kedua dokumen tersebut terdapat informasi terkait keterangan nama jabatan, deskripsi tugas dan fungsi jabatan, serta periode masa kerja.

    16. Untuk dokumen pembuktian pengalaman kerja apakah saya harus mengunggah salah satu dari Surat Keterangan Bekerja/Aktif Bekerja dan Surat Keputusan/Kontrak Kerja atau keduanya ?

      Jawab : Keduanya.

    17. Saya hanya memiliki Paklaring (Dokumen Keterangan Pernah Bekerja) apakah dokumen itu saja cukup ?

      Jawab : Tidak. Dokumen Paklaring masuk ke dalam kategori dokumen Surat Keterangan Bekerja/Aktif Bekerja, dan harap diperhatikan Paklaring dan Surat Keputusan/Kontrak Kerja harus memuat informasi terkait keterangan nama jabatan, deskripsi tugas dan fungsi jabatan, serta periode masa kerja.

    18. Apakah saya bisa mengumpulkan dokumen lain seperti sertifikat penghargaan dan/atau kejuaraan?

      Jawab : Tidak Perlu. Pelamar cukup mengunggah dokumen sesuai yang tertera dalam pengumuman pada romawi V poin B.

    19. Apakah dalam proses Rekrutmen dan Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023 perlu mengirimkan berkas fisik secara langsung?

      Jawab : Tidak perlu. Dokumen hanya diunggah melalui laman SSCASN.

    20. Untuk pengalaman kerja, apakah boleh jika hanya mengunggah Surat Pengalaman Kerja?

      Jawab : Tidak bisa. Pahami kembali ketentuan dalam pengumuman pada romawi V poin B nomor 8, pelamar harus mengunggah (i) Surat Pengalaman Kerja dan (ii) Kontrak Kerja/Surat Keputusan pengangkatan sesuai bidang tugas jabatan yang dilamar.

    21. Apakah dokumen yang dipindai boleh dari fotocopy dokumen asli ?

      Jawab : Tidak.

    22. Apakah hasil pindai dokumen asli berwarna hitam putih/gray-scale boleh diunggah ?

      Jawab : Tidak. Hasil pindai dokumen asli harus berwarna sesuai dengan warna asli dokumen tersebut.

    23. Apakah STR (Surat Tanda Registrasi) merupakan persyaratan wajib dalam pendaftaran formasi PPPK Tenaga Kesehatan Kementerian Luar Negeri TA 2023?

      Jawab : STR wajib untuk jabatan fungsional kesehatan (bukan internship). STR tersebut wajib masih memiliki masa berlaku pada saat pelamaran.

    24. Saya akan melamar jabatan tenaga kesehatan di Kementerian Luar Negeri namun STR saya dalam masa perpanjangan, apakah saya dapat mendaftar seleksi PPPK Kementerian Luar Negeri TA 2023?

      Jawab : Tidak. Saudara tidak dapat mendaftar jika STR masih dalam proses perpanjangan.

    25. Apakah saya dapat mendaftar dengan melampirkan surat rekomendasi pengurusan STR ?

      Jawab : Tidak bisa. Pelamar wajib mengunggah STR yang masih berlaku pada saat pelamaran

    26. Saya baru menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis-Subspesialis Kedokteran Jiwa/Psikiatri, apakah saya bisa mendaftar menggunakan STR saya sebagai Dokter Umum ?

      Jawab : Tidak bisa.

    27. Apabila saya adalah peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis-Subspesialis, apakah bisa mendaftar seleksi PPPK di Kementerian Luar Negeri TA 2023 untuk posisi Dokter Ahli Pertama atau Dokter Ahli Muda Spesialis Kedokteran Jiwa/Psikiatri?

      Jawab : Tidak Bisa. Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis-Subspesialis yang dalam masa pendidikan tidak dapat mengikuti seleksi PPPK Tenaga Kesehatan di Kementerian Luar Negeri TA 2023.

    28. Bagaimana jika saya sedang mengikuti penugasan Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan, apakah bisa mendaftar seleksi PPPK Tenaga Kesehatan di Kementerian Luar Negeri untuk TA 2023?

      Jawab : Tidak bisa. Anda dapat mengikuti pendaftaran seleksi PPPK Tenaga Kesehatan di Kementerian Luar Negeri untuk TA 2023 setelah menyelesaikan penugasan Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan.

    29. Bagaimana jika saya sedang mengikuti Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) atau sedang mengikuti Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDGS), Apakah bisa melamar seleksi PPPK Tenaga Kesehatan di Kementerian Luar Negeri untuk TA 2023?

      Jawab : Tidak bisa. Anda dapat mengikuti pendaftaran seleksi PPPK Tenaga Kesehatan di Kementerian Luar Negeri untuk TA 2023 setelah menyelesaikan program WKDS dan/atau PDGS.

    30. Bagaimana jika saya peserta pasca Program Pendidikan Dokter Spesialis-Subspesialis namun terikat masa pengabdian, apakah bisa mendaftar seleksi PPPK di Kementerian Luar Negeri TA 2023 ?

      Jawab : Tidak. Peserta Pasca Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis-Subspesialis yang sedang menjalani masa pengabdian pada rumah sakit pengusul hanya bisa mendaftar pada rumah sakit pengusul atau rumah sakit lainnya yang berada pada satu wilayah (provinsi) dengan rumah sakit pengusul apabila pada rumah sakit pengusul tidak terdapat kebutuhan PPPK bagi peserta tersebut.

    31. Apakah ada format khusus untuk surat keterangan bagi penyandang disabilitas?

      Jawab : Tidak. Namun surat keterangan tersebut harus diterbitkan oleh dokter rumah sakit pemerintah/puskesmas dan menerangkan jenis dan derajat disabilitas.

  7. TEKNIS SSCASN
    1. Apa yang harus saya lakukan jika menemui kendala teknis dalam pengisian data diri pada https://sscasn.bkn.go.id/?

      Jawab : Silahkan memanfaatkan fitur Helpdesk SSCASN yang dapat diakses melalui tautan https://helpdesk-sscasn.bkn.go.id/, dan memilih menu pilihan yang sesuai dengan kendala yang dihadapi.

    2. Bagaimana jika data Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), Nama Lengkap sesuai KTP, Tempat Lahir sesuai KTP, Tanggal Lahir sesuai KTP saya tidak ditemukan/tidak sesuai di halaman Akun?

      Jawab : Silahkan untuk dapat mengakses laman helpdesk https://helpdesk-sscasn.bkn.go.id/ kemudian pada menu "Data Diri" pilih "NIK & No. KK tidak ditemukan" dan lengkapi form isian yang tersedia.

    3. Untuk pengunggahan bukti dukung terkait pengalaman kerja, hanya tersedia fasilitasi pengunggahan untuk satu (satu) dokumen saja, sedangkan ketentuan pada pengumuman menyatakan bahwa terdapat 2 (dua) jenis dokumen yang perlu diunggah. Apa yang harus saya lakukan ?

      Jawab : Gabungkan kedua dokumen bukti dukung terkait pengalaman kerja dalam 1 (satu) file.

    4. Apabila saya menyadari ada kesalahan pengunggahan dokumen padahal saya sudah submit lamaran, apakah bisa dilakukan submit ulang?

      Jawab : Dokumen yang diunggah dapat diganti sebelum pelamar klik "Akhiri Pendaftaran". Pelamar harus memastikan kembali bahwa dokumen yang diunggah sudah benar dan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan pada pengumuman. Panitia tidak menerima perbaikan atau penambahan dokumen melalui jalur selain pada aplikasi SSCASN. Kegagalan pada seleksi administrasi akibat kesalahan pengunggahan dokumen oleh pelamar bukan merupakan tanggung jawab panitia seleksi.

    5. Apakah saya dapat mengganti/membatalkan instansi yang telah saya pilih ?

      Jawab : Tidak. Saudara tidak dapat mengganti/membatalkan apabila telah mengakhiri pendaftaran

    6. Apa yang harus saya lakukan jika nama pada akta kelahiran berbeda dengan nama pada KTP dan Ijazah?

      Jawab : Nama sesuai KTP akan keluar sesuai dengan data DUKCAPIL yang tertera pada KTP, sedangkan pada kolom Nama sesuai Ijazah dapat diisi sesuai Nama yang tertera pada Ijazah.

    7. Bagaimana jika saya gagal mengunggah dokumen yang dipersyaratkan?

      Jawab : Silahkan refresh halaman dan pastikan ukuran file dan jenis file yang akan diunggah tidak melebihi dari batasan masing-masing dokumen yang dipersyaratkan dalam aplikasi SSCASN.

    8. Apakah ada ketentuan untuk ukuran file dokumen pada saat mengunggah berkas pendaftaran ?

      Jawab : Ada, untuk ketentuan lengkapnya sesuai di https://sscasn.bkn.go.id

  8. SELEKSI KOMPETENSI MENGGUNAKAN METODE COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) BKN
    1. Apa saja jenis Seleksi pada Seleksi Kompetensi menggunakan CAT?

      Jawab : Seleksi Kompetensi terdiri dari Seleksi Kompetensi Teknis, Seleksi Kompetensi Manajerial, Seleksi Kompetensi Sosial Kultural dan Wawancara yang seluruhnya diujikan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN.

    2. Bagaimana ketentuan terkait garis besar materi seleksi, waktu pengerjaan dan nilai ambang batas pada Seleksi Kompetensi?

      Jawab : Materi seleksi tercantum pada Pengumuman dan silahkan mempelajari ketentuan pada Keputusan Menteri PAN RB Nomor 652 Tahun 2023 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional Tahun 2023.

    3. Apakah nilai hasil keikutsertaan dalam Seleksi CPNS pada periode lalu bisa digunakan kembali pada rekrutmen Calon PPPK pada tahun anggaran saat ini?

      Jawab : Tidak bisa. karena jenis seleksi yang dilakukan antara CPNS dan PPPK berbeda.

    4. Apakah nilai hasil keikutsertaan dalam Seleksi PPPK pada periode lalu bisa digunakan kembali pada rekrutmen Calon PPPK pada tahun anggaran saat ini?

      Jawab : Tidak bisa.

    5. Apa saja materi yang harus saya pelajari untuk persiapan mengikuti Seleksi Kompetensi?

      Jawab : Materi yang diujikan terdiri dari Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosio-kultural. Informasi lebih lanjut terkait materi dari Kompetensi Teknis, Anda dapat membaca indikator apa saja yang tercantum dalam Peraturan mengenai Standar Kompetensi Jabatan Fungsional setiap jenjang yang dirilis oleh instansi pembina dari setiap jabatan yang dilamar. Adapun informasi lebih lanjut terkait materi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural dapat dipelajari melalui Peraturan Menteri PAN RB Nomor 38 Tahun 2017.

    6. Apakah ada jumlah kuota peserta yang dapat mengikuti Seleksi Kompetensi?

      Jawab : Tidak. Seluruh pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tahap Seleksi Kompetensi.

    7. Dimanakah Lokasi Seleksi Kompetensi akan dilaksanakan?

      Jawab : 270 (dua ratus tujuh puluh) titik dalam negeri yang disediakan oleh BKN dan Seluruh Perwakilan RI (kecuali semua PTRI, KBRI Khartoum, KBRI Pyongyang, dan KBRI Kyiv).

    8. Apakah peserta bisa meminta penggantian lokasi Seleksi Kompetensi?

      Jawab : Tidak bisa. Kami sarankan Anda mengambil lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili Anda saat ini.

    9. Apakah pelamar dapat memilih atau meminta pergantian waktu ujian Seleksi Kompetensi?

      Jawab : Tidak.

    10. Bagaimana jika saya tidak dapat mengikuti Seleksi Kompetensi?

      Jawab : Saudara secara otomatis gugur pada tahap seleksi kompetensi.

  9. SELEKSI KOMPETENSI TEKNIS TAMBAHAN (SKTT)
    1. Apakah ada jumlah kuota peserta yang dapat mengikuti SKTT?

      Jawab : Sesuai ketentuan Panselnas, peserta yang mengikuti SKTT adalah seluruh peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi.

    2. Apabila saya tidak mengikuti Seleksi Kompetensi apakah saya tetap dapat mengikuti SKTT ?

      Jawab : Tidak Bisa.

    3. Apa saja jenis tes yang ada pada tahap SKTT?

      Jawab : Tes Psikologi yang terdiri atas tes psikologi online dan wawancara psikologi serta wawancara substansi.

    4. Apakah wawancara psikologi dan wawancara substansi yang dilaksanakan pada SKTT adalah wawancara yang sama?

      Jawab : Berbeda. Wawancara Psikologi dilaksanakan oleh Psikolog sebagai bagian dari pelaksanaan tes psikologi, adapun wawancara substansi dilaksanakan oleh Calon User dari Kementerian Luar Negeri untuk mengetahui sejauh mana penguasaan peserta atas substansi pada jabatan yang dilamar.

    5. Bagaimana perhitungan nilai akhir pada seleksi kompetensi ?

      Jawab : Nilai kumulatif akhir meliputi nilai seleksi kompetensi yang terdiri atas nilai seleksi kompetensi teknis (50%CAT dan tambahan (25%tes psikologi dan 25%wawancara substansi)), nilai seleksi kompetensi manajerial CAT, nilai seleksi kompetensi sosial kultural CAT dan nilai wawancara CAT. Khusus bagi formasi JF Pamong Budaya Ahli Pertama dan Pamong Budaya Terampil, Nilai kumulatif akhir merupakan hasil penjumlahan nilai seleksi kompetensi teknis (CAT, sertifikat kompetensi dan tambahan (tes psikologi dan wawancara substansi)), manajerial CAT, sosial kultural CAT dan wawancara CAT.

    6. Bagaimana kriteria kelulusan seleksi kompetensi ?

      Jawab : Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 648 Tahun 2023 tentang Mekanisme Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Untuk Jabatan Fungsional Tahun Anggaran 2023, kriteria kelulusan seleksi kompetensi adalah sebagai berikut :

      1. Pelamar pada jenis kebutuhan Khusus dinyatakan lulus seleksi berdasarkan peringkat terbaik
      2. Pelamar pada jenis kebutuhan Umum dinyatakan lulus seleksi berdasarkan nilai ambang batas dan peringkat terbaik. Nilai Ambang Batas untuk setiap jabatan fungsional dapat dilihat pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 652 Tahun 2023 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Untuk Jabatan Fungsional Tahun Anggaran 2023
    7. Dimanakah Lokasi SKTT akan dilaksanakan?

      Jawab : Untuk sementara SKTT dilaksanakan secara daring. Peserta melaksanakan SKTT di kediaman masing - masing

    8. Apakah pelamar dapat memilih atau meminta pergantian waktu ujian SKTT?

      Jawab : Tidak .

  10. SERTIFIKAT KOMPETENSI
    1. Apakah saya perlu mengunggah sertifikat kompetensi sebagai persyaratan wajib tambahan untuk Seleksi Pengadaan PPPK Kementerian Luar Negeri Tahun 2023?

      Jawab : Untuk Jabatan Fungsional yang dibuka formasinya pada Seleksi Pengadaan PPPK Kementerian Luar Negeri Tahun 2023, tidak memiliki kewajiban untuk mengunggah sertifikat kompetensi tertentu

    2. Apakah saya bisa melampirkan sertifikat kompetensi teknis yang saya miliki untuk mendapatkan tambahan nilai Seleksi Kompetensi Teknis ?

      Jawab : Bisa, sesuai dengan Keputusan Menteri PAN RB Nomor 650 Tahun 2023 tentang Persyaratan Wajib Tambahan dan Sertifikasi Kompetensi sebagai Penambahan Nilai Seleksi Kompetensi Teknis dalam Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional, terdapat beberapa jabatan fungsional yang memiliki kesempatan mendapatkan tambahan nilai seleksi kompetensi apabila pelamar telah memiliki sertifikat kompetensi. Formasi Jabatan Fungsional pada Seleksi Pengadaan PPPK Kementerian Luar Negeri TA 2023 yang bisa mendapatkan tambahan nilai Seleksi Kompetensi Teknis hanyalah Pamong Budaya Ahli Pertama dan Pamong Budaya Terampil. Sertifikasi kompetensi yang dapat diberikan penambahan nilai seleksi kompetensi teknis dengan bobot sebesar 25% untuk Jabatan Pamong Budaya Ahli Pertama dan Pamong Budaya Terampil adalah sertifikat kompetensi kerja Bidang Kebudayaan (bidang Permuseuman, Nilai Budaya, Cagar Budaya, Kesejarahan, Kesenian, atau Perfilman) yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikat Profesi (LSP) bidang kebudayaan yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang masih berlaku saat melamar.

    3. Saya merupakan peserta PPPK formasi JF Pamong Budaya dan ingin mendapatkan tambahan nilai seleksi kompetensi dengan mengunggah sertifikat kompetensi. Saya memiliki 2 (dua) sertifikat kompetensi kerja yang masih berlaku di bidang Permuseuman dan Perfilman dari Lembaga Sertifikat Profesi (LSP) bidang kebudayaan yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Berapakah tambahan nilai seleksi kompetensi yang bisa saya dapatkan ?

      Jawab : Tambahan nilai 25%. Bagi pelamar yang memiliki lebih dari satu jenis sertifikat kompetensi sebagai tambahan nilai seleksi kompetensi teknis, pelamar hanya dapat memilih satu jenis sertifikat yang digunakan sebagai tambahan nilai.

  11. KETENTUAN LAIN
    1. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S2 di luar negeri dengan beasiswa dari suatu lembaga, apakah saya diperkenankan mengikuti proses Rekrutmen dan Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023?

      Jawab : Bisa. Namun, perlu diingat bahwa Panitia tidak dapat memberikan pengecualian atas rangkaian proses seluruh tahapan Seleksi ini.

    2. Saat ini saya sedang dalam proses seleksi penerimaan beasiswa untuk sekolah di Luar Negeri, apabila saya dinyatakan lolos pada proses Rekrutmen dan Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023 dan juga dinyatakan lolos untuk menerima beasiswa tersebut apa yang harus saya lakukan?

      Jawab : Peserta yang lolos seleksi dapat memilih untuk melanjutkan penerimaan beasiswa untuk sekolah di Luar Negeri atau bekerja sebagai PPPK Kementerian Luar Negeri. Perlu diketahui bahwa bagi PPPK tidak dapat diterbitkan izin untuk pelaksanaan tugas belajar.

    3. Saat ini saya sedang dalam proses seleksi penerimaan beasiswa untuk sekolah di Luar Negeri, apabila saya dinyatakan lolos pada proses Rekrutmen dan Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023 dan juga dinyatakan lolos untuk menerima beasiswa tersebut apa yang harus saya lakukan? Apakah ada biaya untuk mengikuti rangkaian Rekrutmen dan Seleksi PPPK Kemlu Tahun Anggaran 2023?

      Jawab : Seluruh tahapan proses rekrutmen dan seleksi tidak dipungut biaya apapun. Panitia menghimbau kepada peserta untuk tidak mempercayai apabila ada pihak yang berusaha meminta biaya/menjanjikan sesuatu/menawarkan bantuan atas proses rekrutmen dan seleksi.